Sukses Masa Depan Itu Milik Anda

Sukses Masa Depan Itu Milik Anda

Jika Anda mempelajari manusia – sementara Anda berpikir untuk sukses – Anda akan menemukan bahwa orang yang belum sukses (bagi kami hanya ada sukses yang tertunda) sebenarnya menderita penyakit pikiran yang mematikan, Saya menyebutnya penyakit S.A.M.M. Yang paling membahayakan adalah hampir semua orang – rata pernah setidaknya mengalami serangan ringan seperti ini. Inilah penjelasannya:

1.  Sangsi (Doubt)

Kesangsian adalah kekuatan yang negatif, Ketika pikiran tidak percaya atau ragu, pikiran tersebut menarik dalih untuk menyokong ketidak percayaan tersebut. Keraguan, ketidak percayaan, keinginan bawah sadar untuk gagal, perasaan tidak benar-benar ingin berhasil, bertanggung jawab atas sebagian besar kegagalan.

Sebelumnya apakah Anda menyadari bahwa seringkali Anda mempunyai imajinasi yang salah? Ya… itulah kenyataannya, hal sering kali terjadi karena Anda bertanya dengan cara yang salah, akibatnya imajinasi yang keluar menjadi salah.

Contohnya: Ketika Anda tahu mengenai peluang membangun bisnis online bersama Akademi Bisnis Online, Anda langsung tahu bahwa Anda suka sekali bisnis online. Anda tahu sekali bahwa Anda bisa belajar, dan bahkan Anda sedang belajar dari yang terbaik di bisnis online. Tapi ketika Anda mau melangkah…. Anda takut – takut. Kenapa kok Anda takut? Kenapa kok Anda membayangkan imajinasi yang salah, yang menakutkan? Karena Anda sering kali di dalam otaknya bertanya sesuatu hal yang salah.

Anda mulai bertanya “kalo nanti susah bagaimana yah? Kalo nanti ditipu bagaimana yah? Kalo nanti pengelolanya curang bagaimana yah?” Dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini, langsung keluar dalam imajinasi Anda “Kalo gagal Saya akan malu dan ditertawakan banyak orang” Kalo rugi saya bisa bangkrut dan bisa gila” Akibatnya Anda takut.

Nah supaya imajinasi Anda benar, bertanyalah dengan benar. Pertanyaan yang benar menghasilkan jawaban yang benar. Anda tanya kepada diri Anda “kalo saya tidak mulai hari ini, rugi nya apa? Kalo saya mulai hari ini, untungnya apa?” Supaya kemungkinan berhasil dalam bisnis online lebih tinggi, apa yang harus saya siapkan? Supaya kemungkinan berhasil dalam bisnis online lebih tinggi, siapa yang harus saya ajak kerjasama? Supaya kemungkinan berhasil dalam bisnis online lebih tinggi, apa yang harus saya pelajari terlebih dahulu?

Dengan pertanyaan – pertanyaan ini, Anda jadi jauh lebih siap dan Anda tetap berani melangkah. Ketakutan itu selalu akan ada, kekhawatiran itu selalu akan ada, keraguan akan selalu ada, kamalasan akan selalu ada. Tapi orang yang sukses, walaupun dia ragu – ragu, walaupun dia malas, walaupun dia khawatir, walaupun dia takut, Dia tetap Take Action dan melakukannya dengan lebih baik, dan lebih baik lagi.

Anda tidak akan membiarkan ketakutan menghentikan Anda. Ketakutan ini membuat Anda jadi lebih waspada. Dengan cara bertanya seperti tadi akan mengakibatkan Anda jauh lebih siap, dan akhirnya Anda menjadi jauh lebih sukses, bukannya menghentikan kesuksesan.

2.  Alasan (Excuse)

Anda akan mendapatkan bahwa alasan menjelaskan perbedaan antara orang yang mengalami kemajuan dan orang yang tidak. Anda akan mendapati bahwa semakin berhasil orang bersangkutan, semakin kurang cenderung ia membuat alasan.

Orang yang tidak pernah kemana-mana, dan tidak mempunyai rencana untuk tiba di suatu tempat selalu mempunyai setumpuk dalih untuk menjelaskan mengapa. Orang dengan prestasi sedang-sedang saja cepat sekali menjelaskan mengapa mereka belum berhasil, mengapa mereka tidak berhasil, dan mengapa mereka bukan orang yang berhasil.

Pelajari kehidupan orang yang sukses, maka Anda akan menemukan kebenaran ini – bahwa semua alasan yang dibuat oleh orang yang sedang-sedang saja boleh jadi ada, tetapi tidak dibuat oleh orang yang sukses.

Kami tidak pernah bertemu atau mendengar tentang seorang eksekutif bisnis yang sangat sukses atau pemimpin dalam bidang apapun yang tidak dapat menemukan satu atau lebih alasan besar untuk mereka sembunyi di belakangnya. Roosevelt dapat saja bersembunyi di balik tungkainya yang lumpuh. Truman dapat saja menggunakan dalil “tidak berpendidikan perguruan tinggi” Eisenhower dapat saja bersembunyi di balik serangan jantung yang di deritanya.

“Saya masih muda”, “Saya masih belum belajar”, “Saya belum pengalaman”. Ini yang menyedihkan, orang-orang yang selalu beralasan seringkali yang mereka katakan adalah kebenaran, tetapi Saya tegaskan sekali lagi bahwa kebenaran seperti itu TIDAK ADA MANFAATNYA!

3.  Menyalahkan (Blame)

Mereka menyalahkan lingkungannya, mereka menyalahkan negara, menyalahkan presidennya, bahkan menyalahkan orang tuanya, bahkan pula menyalahkan engkongnya, karena dilahirkan miskin makanya sekarang mereka merasa sebagai turunannya orang miskin, atau menyalahkan pendidikannya, menyalahkan umurnya, menyalahkan bahwa mereka merasa tidak ada peluang, mereka selalu menyalahkan.

Segera sesudah korban penyakit ini menyalahkan semuanya, ia hidup bersama penyakit tersebut. Kemudian ia mengandalkan penyakit tersebut untuk menjelaskan kepada dirinya sendiri dan orang-orang lain mengapa ia tidak maju-maju.

Pikiran negatif seperti ini semakin kuat jika dipupuk dengan pengulangan terus-menerus. Pada mulanya korban penyakit ini mengetahui alibinya sedikit banyak merupakan kebohongan, akan tetapi semakin sering ia mengulanginya, semakin yakin ia jadinya bahwa hal itu benar sepenuhnya, dan bahwa hal tersebut adalah penyebab sebenarnya mengapa ia tidak berhasil yang seharusnya.

4.  Menghakimi (Justify)

Ketika ada orang lain yang lebih sukses daripada mereka, mereka bilang: “ooo.. terang saja, tidak heran, sudah layak dan sepantasnya”. Mereka selalu menghakimi orang lain yang lebih sukses daripada mereka tanpa BELAJAR. Ketika ada orang yang kaya, mereka selalu omong: “terang saja dia kaya, dia anaknya orang kaya…, sekolah di luar negeri.., bahasa inggris lancar.., kenal anak menteri, dimodalin BMW.., ya terang saja dia sekarang sukses dalam usahanya..”.

Pertanyaanya kemudian adalah: “Ada tidak anaknya orang miskin yang sekarang SUKSES & Kaya? Jawabannya selalu: Ada.

Tapi ketika ada orang yang terbiasa menghakimi / membenarkan orang lain lebih hebat daripada mereka, Maka mereka akan ngomong bagaimana? “Oh terang saja, dia anaknya orang miskin toh.. Saya tahu kenapa dia bisa kaya. Ya karena dia daya juangnya kuat. Dan ya terang saja, anaknya orang miskin daya juangnya harus kuat.”

Ketika kita tanya: “lah kamu kenapa?” Dia jawab: “lah Saya anaknya orang menengah sih.., makanya daya juang Saya menengah..”

Singkirkan semua penyakit berbahaya ini! Ingat satu-satunya cara untuk mempertahankan kekuatan penuh, untuk mengembangkan energi untuk maju sepenuhnya adalah dengan mengerjakan apa yang ingin Anda kerjakan, mewujudkan apa yang sudah menjadi tujuan Anda. Turuti tujuan dan dapatkan energi, antusiasme, semangat mental dan bahkan kesehatan yang lebih baik.

Dan tidak pernah terlalu terlambat untuk membiarkan tujuan Anda mengambil alih hidup Anda, walaupun hal tersebut akan membuat Anda bekerja 50 – 70 jam seminggu. Tapi yang perlu Anda tahu, bahwa mayoritas dari orang yang benar-benar sukses bekerja jauh lebih lama daripada 40 jam seminggu dan Anda tidak pernah mendengar mereka mengeluh, sebab orang sukses memfokuskan mata mereka pada tujuan, dan hal sungguh ini memberikan energi super duper.

Ya… kenyataannya energi bisa bertambah berlipat-lipat, ketika Anda menetapkan tujuan yang diinginkan dan memutuskan untuk bekerja untuk mencapai tujuan itu. Banyak orang, jutaan dari mereka, dapat menemukan energi baru dengan memilih suatu tujuan dan memberikan semua yang mereka miliki untuk mencapai tujuan itu. Tujuan mengobati kebosanan. Tujuan bahkan menyembuhkan banyak penyakit kronis.

Ketika Anda menyerahkan diri Anda pada keinginan Anda, ketika Anda membiarkan diri Anda menjadi terobsesi dengan suatu tujuan, Anda menerima kekuatan fisik, energi, dan antusiasme yang diperlukan untuk mencapai tujuan Anda. Akan tetapi Anda mendapat pula sesuatu yang lain, sesuatu yang sama berharganya. Anda mendapat “instrumentasi otomatis” yang diperlukan untuk membuat anda pergi langsung ke sasaran.

Dan satu hal yang paling mengagumkan mengenai tujuan yang tertanam dalam, adalah tujuan itu membuat Anda tetap berada pada jalur untuk mencapai target anda. Ini bukan omongan kosong. Yang terjadi adalah seperti ini: Ketika Anda menyerahkan diri pada tujuan Anda, tujuan itu bekerja sendiri ke dalam pikiran bawah sadar Anda, sebab tanpa kerja sama penuh dengan pikiran bawah sadar, orang menjadi ragu, bingung, bimbang.

Sekarang, dengan tujuan yang sudah menyerap ke dalam pikiran bawah sadar anda, Anda bereaksi dengan cara yang benar secara otomatis. Serahkan diri pada tujuan Anda, benar – benar menyerahkan diri. Biarkan tujuan itu menjadi obsesi Anda dan memberi Anda peralatan otomatis yang Anda perlukan untuk mencapai tujuan itu.

Pengalaman yang lazim ini memberikan pelajaran penting: untuk mencapai sesuatu, Anda harus merencanakan untuk mencapai sesuatu. Sekali lagi tetapkan tujuan dan selesaikan segala sesuatunya.

Menurut seorang ahli dalam studi usia lanjut manusia, banyak hal menentukan berapa lama anda akan hidup: berat badan, keturunan, diet. Ketegangan fisik, kebiasaan pribadi. Sebenarnya, ahli ini mengatakan :” cara tercepat untuk mengakhiri hidup adalah dengan pensiun dan tidak mengerjakan apapun. Setiap orang harus terus mempunyai minat akan kehidupan agar tetap dapat hidup.

Kita masing-masing mempunyai pilihan. Masa pensiun dapat menjadi awal atau akhir. Sikap tidak melakukan apapun selain makan atau tidur adalah bentuk fatal dari pensiun. Kebanyakan orang yang menganggap masa pensiun sebagai akhir dari hidup yang berguna segera merasakan masa ini sebagai akhir dari kehidupan itu sendiri. Tanpa tujuan untuk hidup, orang merana dengan cepat.

Share This Post