Apakah Anda Butuh Asuransi Jiwa?

Apakah Anda Butuh Asuransi Jiwa?

Kebutuhan asuransi, khususnya asuransi jiwa memang telah menjadi hal penting di jaman seperti sekarang ini. Masyarakat pun sudah semakin pintar untuk menyadari hal ini, sehingga bisa dilihat dari pertumbuhan minat asuransi jiwa dari tahun ke tahun. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat peningkatan total pendapatan industri asuransi jiwa selama tahun 2016 tumbuh sebesar 57.4% dibandingkan dari tahun 2015.

Artinya semakin banyak orang yang sadar dan butuh asuransi jiwa, tapi apakah semua orang memang butuh asuransi jiwa? Siapakah yang sangat membutuhkan layanan ini? Berikut informasinya untuk Anda :

1. Jika Anda Sudah Berkeluarga. Maksud kami dengan Sudah Berkeluarga adalah sudah menikah baik sudah memiliki anak maupun belum. Jadi anak kecil atau bahkan anak yang baru lahir langsung butuh asuransi jiwa.

Anda yang sudah berkeluarga memang penting untuk memiliki asuransi jiwa, karena saat Anda berkeluarga berarti Anda memiliki tanggungan, Jadi bila kelak Anda mendapat celaka tanpa diduga, maka keluarga bisa mendapat dana asuransi yang bisa digunakan untuk membantu melanjutkan hidup.

2. Jika Anda Pencari Nafkah Utama. Kami menyarankan setiap pencari nafkah utama untuk memiliki asuransi jiwa. Hal ini berlaku bagi ayah, ibu atau siapa pun yang menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga.

Pencari nafkah harus memprioritaskan asuransi jiwa sehingga bisa lebih tenang menjamin masa depan keluarga. Keluarga bisa memiliki sejumlah dana bila pencari nafkah utama mendapat musibah, misalnya meninggal karena kecelakaan. Dalam kondisi tersebut dana asuransi jiwa diperlukan untuk bantu memenuhi kebutuhan keluarga.

3. Jika Anda Punya Utang Jangka Panjang. Saat mendapat kredit pemilikan rumah (KPR), bank akan meminta Anda membayar premi asuransi jiwa. Tujuannya adalah agar keluarga tidak pusing untuk melanjutkan cicilan ketika Anda meninggal. Sebab, cicilan bisa langsung dilunasi dengan uang pertanggungan bila mencukupi.

Hal ini juga berlaku untuk fasilitas kredit lainnya, misalnya kredit kendaraan bermotor atau kredit multiguna dengan tenor panjang. Tapi sayang masih banyak orang yang menganggap remeh soal asuransi ini, bahkan mengeluh saat diminta bayar biaya asuransi.

Padahal asuransi penting buat kondisi finansial keluarga, meski Anda tidak berharap dana ini cair. Maka saat Anda memiliki utang besar dan tenor panjang, sebaiknya Anda memiliki asuransi jiwa.

4. Jika Risiko Pekerjaan Anda Tinggi. Makin tinggi tingkat risiko dalam pekerjaan, semakin Anda butuh asuransi jiwa. Contohnya, pekerja operator mesin dalam pabrik karena nasib buruk tidak mengenal waktu dan tempat, jadi kebutuhan asuransi jiwa mereka sangat mendesak.

Sekalipun pemberi kerja sudah menyediakan asuransi, alangkah lebih baik jika Anda memiliki polis asuransi pribadi, toh manfaat keduanya bisa digabungkan.

5. Jika Anda Sering Berpergian. Harus diingat bahwa selalu ada risiko kecelakaan dari setiap perjalanan yang dilakukan. Penyedia jasa transportasi biasanya akan menawari atau sudah termasuk dari jasa yang ditawarkan, tapi kada asuransi ini tidak cukup untuk memastikan keamanan finansial keluarga, untuk itu perlu asuransi jiwa pribadi yang melindugi.

Kesimpulan dari semuanya adalah Asuransi Jiwa Dibutuhkan Semua Orang, bahkan ada orang – orang tertentu yang SANGAT BUTUH asuransi jiwa dibandingkan orang lainnya. Untuk itu jika Anda belum memiliki asuransi jiwa pribadi, kami menyarankan untuk segera memilikinya untuk bisa melindungi kehidupan finansial orang terdekat yang mungkin ditinggalkan.

Siapa yang mau keluarga hidup terlunta-lunta sepeninggal Anda atau saat Anda tidak bisa lagi produktif sebagai pencari nafkah? Selagi Anda bukan ahli nujum yang bisa menerawang masa depan, risiko itu selalu ada dan bisa menimpa Anda kapan saja, jadi lebih baik mempersiapkan diri sedini mungkin.

Sumber: http://www.tmin4link.id

Share This Post